Selasa, 25 Maret 2014

Giveaway : Mendongeng Untuk Anakku

http://1.bp.blogspot.com/-sgxr8X3wfzk/UzH92D8QjZI/AAAAAAAABg8/SlTAKwH5uNE/s1600/cover+kump+dongeng+anak.jpg
Cover Kumpulan Dongeng Anak Karya Hastira Soekardi


Mengenal Mak Hastira Soekardi di komunitas blogger KEB, jujur terselip kenangan lalu ketika masih bekerja sebagai Medreps. Dan nama Soekardi adalah nama belakang dokter yang sering juga aku cover, dr. Hastari...langsung dech aku tanya, hehee..ternyata mereka bersaudara. Yippiii, dunia mereka berbeda sangat... kali ini aku ingin bercerita bagaimana aku, anakku, perasaan kami tentang dongeng.

Aku emak satu putera, sejak kecil aku sudah memperkenalkan buku-buku ringan untuk Faiz. Sejak usianya belum satu tahun, namun yang ada...buku tersebut hanya dibuat mainan dan dibolak-balik hingga robek dan terpecah belah halaman-halamannya. 

Aku bukan tipe ibu yang cerewetnya kebangetan, namun apa saja yang ada di depan mata kami selalu menjadi perbincangan kami. Nah, ketika sedang berbaring di tempat tidur bersama Faiz, aku mulai memunculkan cerita-cerita atau bisa disebut dongeng anak.

Rumit harus menghafalkan dongeng anak yang sudah terkenal, akupun merangkai apa yang terlintas dalam benak dan pikiran serta yang sedang Faiz pahami. Contohnya ada di postingan blog saya yang satu ini Maks, Moms, Bundas, Mamas semuanya. 

Gimana ya?Faiz sudah semakin besar dan beberapa kali aku senantiasa mengajari membuang sampah pada tempatnya. Aku ingin Faiz lebih paham mengapa dia harus membuang sampah pada tempatnya, apa akibatnya jika tidak membuang sampah pada tempatnya. 

So..akhirnya aku memunculkan tokoh Kancil dan Monyet dengan setting di hutan. Mengapa Kancil? kancil binatang yang dikenal cerdik namun dibalik kecerdikan tidak hanya menghasilkan sebuah prestasi, bisa jadi kecerdikan malah membuat konyol.

Satu hal yang harus aku berikan ketika mendongeng untuk Faiz adalah, aku harus benar-benar memahami, apa sich yang Faiz suka? Faiz suka mimikku yang meletup-lepup kemudian membuat dia tertawa hingga akhirnya...Faiz ingin diulang lagi dan lagi dongengnya.

Tatapan mata Faiz, tajam melihat ke arah jemari tanganku yang kubuat sebisa mungkin, menirukan gerakan monyet yang sedang sakit, menirukan kancil yang kesakitan ketika jatuh...terguling-guling dan akhirnya aku berteriak kesakitan seperti kancil, Faiz tertawa senang.

Huaaaaam...rasanya senengnya minta ampun dech, bisa membuat dongeng sendiri untuk Faiz, dongengnya pun selalu diingat jika ada yang membuang sampah sembarangan. Bonding antara ibu dan anakpun tak terelakan, lebih kencang karena aku tidak teks book. 

Rasa haruku, ketika Faiz dipancing dongeng tersebut oleh abinya... Faiz mampu menceritakan kembali dengan ekspresi yang sama dengan ketika Faiz mendengar dongeng dariku. Terima kasih, Nak kau membuat aku menjadi ibu seutuhnya, yang berusaha membuat dongeng dengan hikmah untuk kamu pahami dan pelajari.

 



Akhirnya,

2 komentar:

  1. Anakku juga suka didongengin..tapi ga boleh dari buku..harus dari mulut ibunya sendiri..soalnya sama yg kecil bukunya suka direbut dibawa sendiri padahal belum bisa baca. Haduuuh kudu kreatif...

    BalasHapus
  2. Fayda termasuk anak yg maniak dongeng mak... seru ya, ngeliat anak2 antusias mendengarkan dongeng

    BalasHapus